Kenali Teknik Upselling dan Cross Selling dalam Penjualan Produk
Jika penjualan suatu produk atau jasa masih tidak kunjung meningkat sementara diskon dan promo besar-besaran sudah dilakukan, anda perlu mencoba strategi upselling dan cross selling. Keduanya merupakan strategi penjualan dengan cara penerapan yang berbeda namun sama-sama digunakan untuk meningkatkan penjualan. Sudahkah anda memahami tentang upselling dan cross selling? Artikel ini akan membahas mengenai keduanya beserta tips efektif dalam peneran strategi upselling dan cross selling.
Apa Itu Upselling dan Cross Selling?
Upselling adalah strategi penjualan untuk mempengaruhi pelanggan agar membeli produk dengan nilai yang lebih tinggi atau kualitas lebih premium. Dalam upselling, penjual harus menjabarkan dengan detail fitur dan keunggulan apa saja yang bisa didapatkan.
Sementara Cross Selling adalah strategi di mana seorang penjual menawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan. Produk atau layanan tersebut merupakan sesuatu yang relevan terhadap kebutuhan pelanggan.
Contoh Upselling dan Cross Selling
Contoh dari penerapan strategi upselling bisa diambil dari transaksi pembelian laptop. Katakan saja anda membutuhkan laptop dengan spesifikasi yang mendukung untuk editing. Sebagai penjual, anda jangan hanya menawarkan jenis laptop sesuai kebutuhan pelanggan. Anda juga harus menawarkan spesifikasi laptop yang tidak hanya mendukung untuk editing, tetapi juga untuk bermain game dan menjalankan program berat.
Sementara contoh dari cross selling juga dapat diambil dari jenis transaksi yang sama yaitu pembelian laptop. Anda dapat menawarkan produk terkait seperti halnya tas laptop, mouse, flashdisk, dan lain sebagainya. Contoh teknik cross selling yang bisa diambil pada penawaran jasa yaitu penawaran layanan tambahan berupa membersihkan sofa di jasa cleaning service rumah.
Tips Efektif dalam Penerapan Upselling dan Cross Selling
Pahami Kebutuhan Pelanggan
Urgensi sebuah produk terhadap kebutuhan pelanggan merupakan langkah awal dan menerapkan strategi upselling dan cross selling yang efektif.
Perhatikan Relevansi Produk dan Layanan
Susun strategi dimana pelanggan dapat merasa relevan dengan solusi yang bisa didapatkan melalui produk yang ditawarkan.
Pilih Waktu yang Tepat
Sebagai penjual, sedikit banyaknya anda harus memahami emosional pelanggan. Dengan demikian, anda dapat menentukan waktu yang tepat saat mencoba menerapkan strategi upselling atau cross selling.
Cermati Tipe Pelanggan
Masing-masing pelanggan mempunyai kebutuhan yang berbeda. Pendekatan psikologis dapat anda lakukan untuk mengetahui tipe pelanggan. Misalnya saja dengan sedikit obrolan ringan.
Melalui obrolan anda akan mendapatkan informasi seputar kebutuhan pelanggan yang lainnya. Di sini lah anda dapat menyusun perencaan penerapan strategi upselling atau cross selling.
Penuhi Kebutuhan Produk Untuk Dipasarkan dengan Strategi Upselling dan Cross Selling dengan Jasa Ekspedisi Cargo Diallogistik
Agar dapat menggunakan strategi upselling dan cross selling demi meningkatnya penjualan, anda membutuhkan produk yang berkualitas dari supplier terpercaya. Pengiriman barang dari produsen dalam bisnis B2B tentunya membutuhkan peran jasa ekspedisi cargo. Hal ini bertujuan untuk kemudahan proses pengiriman.
Jika anda sedang mencari jasa ekspedisi cargo yang bisa diandalkan untuk pengiriman barang skala besar ke seluruh Indonesia, Diallogistik ada sebagai solusinya. Apapun jenis barangnya dan ke manapun tujuan pengirimannya, akan kami tangani dengan menjaga keamanannya. Hubungi marketing kami di link berikut yang terkoneksi ke WhatsApp untuk menjadwalkan pengiriman.