Ketahui Perbedaan Kubikasi dan Tonase untuk Menghindari Kesalahan Pengiriman
Dalam dunia logistik dan cargo, perhitungan biaya pengiriman tidak hanya ditentukan oleh jarak tempuh. Tetapi juga berdasarkan karakteristik barang yang dikirim. Faktor yang kerap menjadi pertimbangan dalam menentukan biaya pengiriman adalah kubikasi dan tonase. Meski sama-sama berpengaruh, namun kubikasi dan tonase adalah dua hal yang berbeda.
Kesalahan dalam memahami kedua hal ini dapat berakibat pada kekeliruan terhadap estimasi biaya pengiriman hingga kendala operasional. Agar pengiriman berjalan lebih efisien dan terhindar dari kesalahan, penting bagi pengirim untuk memahami perbedaan antara kubikasi dan tonase.
Artikel ini akan membahas pengertian, perbedaan, serta hal-hal penting yang perlu diketahui terkait kedua konsep tersebut.
Pengertian Kubikasi
Kubikasi adalah perhitungan volume barang dalam satuan meter kubik (m³). Istilah ini digunakan untuk mengukur seberapa besar ruang yang dibutuhkan oleh suatu barang di dalam kendaraan pengangkut, seperti truk, kontainer, atau kapal.
Rumus dasar kubikasi adalah: Panjang (m) × Lebar (m) × Tinggi (m) = Volume (m³)
Contohnya, jika Anda mengirim barang dengan ukuran:
• Panjang: 2 meter
• Lebar: 1 meter
• Tinggi: 1 meter
Maka kubikasinya adalah 2 × 1 × 1 = 2 m³
Kubikasi biasanya digunakan untuk barang yang ringan tetapi memakan banyak ruang, seperti:
• Furniture (sofa, lemari)
• Barang elektronik besar
• Paket dengan kemasan besar
Dalam kondisi ini, meskipun berat barang tidak terlalu besar, ruang yang digunakan di dalam kendaraan tetap signifikan, sehingga perhitungan biaya sering kali didasarkan pada volume.
Pengertian Tonase
Tonase adalah ukuran berat barang yang dinyatakan dalam satuan kilogram (kg) atau ton. Istilah ini digunakan untuk menentukan beban maksimal yang dapat ditampung oleh suatu kendaraan pengangkut.
Sebagai contoh:
• 1 ton = 1.000 kg
Tonase sangat penting dalam pengiriman barang berat, seperti:
• Material konstruksi (besi, semen)
• Mesin industri
• Barang padat dengan densitas tinggi
Setiap armada memiliki batas maksimal tonase. Misalnya:
• Truk engkel: ±2 ton
• Truk CDD: ±4–5 ton
• Truk tronton: ±20 ton
Jika berat barang melebihi kapasitas, maka dapat menimbulkan risiko keselamatan dan melanggar regulasi transportasi.
Perbedaan Kubikasi dan Tonase
Meskipun sama-sama digunakan dalam pengiriman barang, kubikasi dan tonase memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami.
1. Dasar Perhitungan
• Kubikasi: Berdasarkan volume (ukuran ruang)
• Tonase: Berdasarkan berat barang
2. Jenis Barang yang Diprioritaskan
• Kubikasi: Barang ringan tapi besar
• Tonase: Barang berat meskipun ukurannya kecil
3. Tujuan Penggunaan
• Kubikasi: Menentukan kapasitas ruang kendaraan
• Tonase: Menentukan batas beban kendaraan
4. Pengaruh terhadap Biaya
Dalam praktiknya, perusahaan logistik biasanya menggunakan sistem mana yang lebih dominan:
• Jika barang besar tapi ringan maka dihitung berdasarkan kubikasi
• Jika barang kecil tapi berat maka dihitung berdasarkan tonase
Dengan kata lain, biaya pengiriman bisa ditentukan oleh volume atau berat, tergantung mana yang nominalnya lebih tinggi.
Konsep Berat Volume (Volumetric Weight)
Dalam dunia logistik modern, dikenal juga istilah berat volume atau volumetric weight. Ini adalah kombinasi antara kubikasi dan tonase yang digunakan untuk menentukan biaya pengiriman secara lebih adil.
Rumus umum: (Panjang × Lebar × Tinggi) / Faktor pembagi
Faktor pembagi biasanya berbeda tergantung jenis layanan, misalnya:
• Pengiriman darat: 4.000
• Pengiriman udara: 6.000
Contoh:
Jika barang berukuran 100 cm × 50 cm × 50 cm, maka: (100 × 50 × 50) / 4.000
= 50.000 / 4.000
= 12,5 kg (berat volume)
Jika berat asli barang hanya 7 kg, maka yang digunakan adalah 12,5 kg, karena lebih besar.
Baca juga: Jasa Pengiriman Barang Diatas 100 Kg Tarif Terjangkau Di Medan
Mengapa Penting Memahami Perbedaab Kubikasi dan Tonase?
Memahami perbedaan kubikasi dan tonase sangat penting bagi pelanggan maupun pelaku bisnis, karena berdampak langsung pada:
1. Estimasi Biaya yang Akurat
Kesalahan dalam menghitung volume atau berat dapat menyebabkan selisih biaya yang cukup besar. Dengan memahami kedua konsep ini, Anda dapat memperkirakan biaya lebih tepat sejak awal.
2. Pemilihan Armada yang Tepat
Barang dengan kubikasi besar membutuhkan kendaraan dengan kapasitas ruang luas, sedangkan barang berat membutuhkan armada dengan daya angkut tinggi.
Baca juga: Sewa Truk Medan Murah Jasa Pengangkutan Barang Logistik
3. Efisiensi Pengiriman
Perhitungan yang tepat membantu menghindari ruang kosong berlebih atau kelebihan muatan, sehingga pengiriman lebih efisien.
4. Menghindari Kendala di Lapangan
Kesalahan dalam data pengiriman bisa menyebabkan pengiriman dikenakan biaya tambahan (overload charge) hingga keterlambatan pengiriman.
Tips Menghindari Kesalahan dalam Perhitungan
Agar tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Ukur Barang dengan Teliti
Gunakan alat ukur yang akurat untuk mengetahui dimensi barang secara pasti. Jangan hanya mengira-ngira.
2. Timbang Berat Barang
Gunakan timbangan untuk mengetahui berat sebenarnya, terutama untuk barang dalam jumlah banyak.
3. Perhatikan Kemasan
Kemasan dapat menambah volume barang secara signifikan. Pastikan ukuran yang dihitung sudah termasuk packing.
4. Konsultasikan dengan Penyedia Jasa Logistik
Jika ragu, jangan segan untuk bertanya kepada pihak ekspedisi atau cargo. Mereka biasanya memiliki tim yang siap membantu perhitungan.
5. Pahami Ketentuan Layanan
Setiap perusahaan logistik memiliki kebijakan berbeda terkait perhitungan kubikasi dan tonase. Pastikan Anda memahami syarat dan ketentuannya.
Peran Kubikasi dan Tonase dalam Dunia Logistik Modern
Seiring berkembangnya industri logistik, perhitungan kubikasi dan tonase menjadi semakin penting, terutama dalam pengiriman skala besar, industry e-commerce dan distribusi barang, hingga logistic lintas kota maupun antar pulau.
Perusahaan logistik kini mengandalkan sistem digital untuk menghitung volume dan berat secara otomatis. Hal ini membantu meningkatkan transparansi, akurasi, dan efisiensi dalam pengiriman.
Kesimpulan
Kubikasi dan tonase adalah dua konsep dasar yang sangat penting dalam dunia pengiriman barang. Kubikasi berfokus pada volume atau ruang yang dibutuhkan barang, sedangkan tonase berkaitan dengan berat muatan.
Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda untuk menghindari kekeliruan dalam menghitung estimasi biaya, memilih armada yang sesuai, meningkatkan efisiensi pengiriman, dan menghindari kendala operasional.
Dengan perhitungan yang tepat, proses pengiriman tidak hanya menjadi lebih lancar, tetapi juga lebih hemat dan profesional. Oleh karena itu, sebelum mengirim barang, pastikan Anda sudah memahami apakah perhitungan yang digunakan berdasarkan kubikasi, tonase, atau kombinasi keduanya.