6 Istilah Seputar Kalkulasi Biaya Logistik
Menghitung biaya logistik tidak bisa asal menebak. Ada banyak komponen yang perlu diperhatikan agar perencanaan distribusi berjalan efisien dan anggaran tetap terkontrol. Sayangnya, banyak istilah teknis yang sering membuat bingung para pelaku bisnis.
Agar tidak salah paham, mari kita bahas 6 istilah penting dalam kalkulasi biaya logistik yang wajib dipahami oleh pebisnis maupun individu yang sering mengirim barang.
1. Freight
Freight adalah biaya utama dalam logistik, yaitu ongkos untuk mengangkut barang dari lokasi asal ke tujuan. Besarnya biaya ini ditentukan oleh beberapa faktor: moda transportasi (laut, darat, udara), berat barang, volume, serta jarak tempuh.
Contoh: biaya freight mengirim satu kontainer penuh (FCL) dari Jakarta ke Surabaya tentu berbeda dengan mengirim barang kecil menggunakan LCL (Less than Container Load).
2. Dimensional Weight (Volumetric Weight)
Dimensional weight atau berat volumetrik digunakan ketika barang ringan tetapi berukuran besar. Perusahaan logistik tidak hanya menghitung berat aktual, melainkan juga ruang yang ditempati barang.
Rumus umum (darat/udara):
Dimensional Weight = (Panjang × Lebar × Tinggi) / Faktor Pembagi
Contoh: Sebuah paket bantal hanya 2 kg, tetapi dimensinya besar. Setelah dihitung volumetriknya, bobotnya setara 10 kg. Biaya logistik akan mengikuti angka 10 kg, bukan 2 kg.
3. Handling Fee
Handling fee adalah biaya tambahan untuk aktivitas penanganan barang, seperti bongkar muat, pengepakan ulang, atau penanganan khusus (misalnya barang fragile, berbahaya, atau berukuran ekstra besar).
Contoh: Anda mengirimkan mesin dengan bobot 1 ton. Selain ongkos freight, akan ada handling fee untuk penggunaan forklift, pekerja tambahan, hingga alat pengaman.
4. Delivery Fee
Delivery fee adalah biaya untuk jasa pengantaran barang dari gudang atau titik distribusi ke alamat penerima. Komponen ini biasanya berlaku pada pengiriman door-to-door.
Contoh: Barang Anda tiba di pelabuhan Jakarta, tetapi masih perlu diantar ke gudang di Bekasi. Nah, ongkos tambahan dari pelabuhan ke gudang tersebut disebut delivery fee.
5. Minimum Order Quantity (MOQ)
MOQ adalah jumlah pesanan minimum yang harus dipenuhi agar pengiriman bisa dilakukan atau agar harga tertentu bisa berlaku. Istilah ini sering ditemui dalam perdagangan internasional maupun pengiriman grosir.
Contoh: Supplier menetapkan MOQ 100 unit untuk satu kali pengiriman. Jika Anda hanya memesan 50 unit, biaya logistik per unit akan lebih mahal, atau pengiriman tidak bisa dilakukan.
6. Demurrage
Demurrage adalah biaya tambahan yang timbul ketika kontainer atau barang terlalu lama ditahan di pelabuhan atau terminal, melebihi batas waktu yang telah ditentukan.
Contoh: Kontainer Anda tiba di pelabuhan pada 1 Januari, dengan free time 7 hari. Jika baru diambil pada 15 Januari, maka Anda akan dikenakan biaya demurrage per hari sesuai ketentuan pelabuhan.
Pentingnya Memahami Istilah Seputar Kaluklasi Biaya Logistik
Dengan memahami istilah-istilah di atas, Anda bisa:
• Menghindari biaya tambahan tak terduga.
• Membuat perencanaan distribusi yang lebih efisien.
• Negosiasi lebih baik dengan penyedia jasa logistik.
Diallogistik: Partner Logistik yang Transparan dan Efisien
Menghitung biaya logistik memang rumit, mulai dari freight, volumetrik, hingga risiko demurrage. Tapi Anda tidak perlu pusing jika bekerja sama dengan Diallogistik.
Diallogistik hadir dengan sistem yang transparan, perhitungan biaya yang jelas, serta layanan end-to-end mulai dari pergudangan, transportasi, hingga distribusi. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus pada bisnis tanpa terbebani urusan teknis logistik.
Butuh solusi logistik yang praktis dan hemat? Percayakan pada Diallogistik untuk setiap pengiriman Anda.