Hal Penting Tentang Lonjakan Pengiriman Paket Menjelang Lebaran, Seller dan Konsumen Wajib Tahu!

hal_penting_tentang_lonjakan_pengiriman_paket_menjelang_lebaran_seller_dan_konsumen_wajib_tahu
Diallogistik | 2026-03-10 09:20:48

Dalam dunia logistik, Ramadan adalah momen menuju peak season. Terutama saat menjelang lebaran. Pada momen tersebut intensitas pengiriman paket menjelang lebaran melonjak drastis. Menyentuh titik tertinggi. Hal ini dilandasi oleh peningkatan kebutuhan yang juga terjadi dalam sektor sandang dan pangan.  

Pada momen tersebut berbagai tantangan dalam pengiriman pun tak bisa dielakkan. Seperti halnya estimasi yang lebih memakan waktu dari biasanya. Serta berkurangnya kesigapan kurir dalam mengantarkan paket ke alamat penerima. 

Lalu jika ditelisik lebih jauh, apa sebenarnya yang mendorong lonjakan pengiriman paket menjelang lebaran terlepas dari urusan sandang dan pangan? Berikut selengkapnya!

Faktor Penyebab Lonjakan Pengiriman Paket Menjelang Lebaran

THR (Tunjangan Hari Raya)

Ada satu instrument keuangan yang hanya bisa didapatkan oleh para karyawan di momen menjelang lebaran. Yakni THR (tunjangan hari raya) dalam bentuk uang tunai atau dana digital. 

THR biasa digunakan untuk memenuhi kebutuha. Sebagai negara dengan mayoritas umat muslim, tidak heran jika di bulan Ramadan dan momen sebelum lebaran lonjakan pengiriman naik setinggi-tingginya. 

Belanja Online

Digitalisasi telah membawa pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Baik itu di bidang ekonomi atau pun pola pikir. Contoh paling nyatanya adalah pergeseran minat dari berbelanja secara konvensional ke online. 

Baca juga: Jasa Kirim Barang Min 1Kg Gratis Pick Up Sekota Medan 

Hal tersebut juga didukung oleh bertumbuhnya platform jual-beli online. Ditambah lagi dengan voucher dan diskon khusus Ramadan. Jadi tidak heran jika pengiriman menjelang lebaran mengalami lonjakan. 

Kirim Parsel

Lebaran adalah momen yang tepat untuk menyambung silaturahmi. Tidak hanya dengan saling mengunjungi karena terkadang jarak menjadi kendala. Menyambung silaturahmi juga dapat direalisasikan dengan saling memberi parsel.

Baca juga: Jasa Pengiriman Parcel Lebaran

Tidak hanya bagi umat muslim. Umat dari agama lain terkadang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan saling memberi parsel unntuk orang terdekatnya yang beragama muslim. Jika diakumulasikan dengan jumlah raykat Indonesia, terbayang bukan berapa banyak pengiriman paket yang terjadi di setiap tahunnya?

Antisipasi Jasa Ekspedisi dalam Menghadapi Lonjakan Pengiriman Paket Menjelang Lebaran

Pembenahan Sistem

Dalam menghadapi lonjakan pengiriman paket menjelang lebaran, berbagai layanan logistik dan jasa ekspedisi harus bersiap. Lonjakan ini tidak hanya berpengaruh pada konsumen. Para seller juga bisa terkena imbasnya, terlebih jika pihak ekspedisi lemah dalam kesiapan menghadapi peak season.

Contoh permasalahannya adalah pengembalian paket COD ke seller. Jika menelisik dari potongan kasus serupa yang beredar di media sosial, publik kerap disuapi opini bahwa pihak konsumen lah yang bermasalah.

Namun ada sudut pandang berbeda untuk menyikapi hal ini. Sistem yang tidak terstruktur oleh pihak ekspedisi kerap menjadi alasan gagalnya pengantaran ke pihak konsumen. Padahal konsumen itu sendiri sudah bersiap menerima paket yang telah lama dinantikan. Selain itu, manajemen waktu yang buruk oleh kurir turut mempengaruhi.

Pembenahan Alur Kerja Kurir

Kegagalan pengantaran yang berulang akhirnya menyebabkan paket COD kembali ke seller. Jika demikian, tidak hanya pihak seller yang rugi. Tetapi konsumen juga. Karena barangkali paket tersebut berisi benda penting dan urgent. Kredibilitas pihak jasa ekspedisi pun ikut terkena dampaknya.

Saya paham. Kurir pasti kewalahan menangani pengiriman paket dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan pembenahan alur kerja. Pertama, kurir melakukan klasifikasi paket berdasarkan lokasi pengiriman. 

Kedua, pengiriman paket dimulai dari alamat-alamat yang berada di lokasi berdekatan. Setelahnya, kurir dapat melanjutkan pengiriman ke daerah yang lain. Dengan demikian, meski banyak paket yang harus dikirim, prosesnya akan lebih terorganisir akibat alur kerja yang terarah.

Tips Pengiriman Paket Menjelang Lebaran

Bagi Seller

Sebenarnya hanya ada satu tips untuk seller online dalam menghadapi lonjakan pengiriman paket menjelang lebaran. Yaitu memahami kapasitas. Jika SDM yang tersedia dirasa mumpuni untuk menangani tingginya orderan yang masuk, maka langkah selanjutnya ada di manajemen waktu. Hal tersebut mencakup proses sortir barang, packing, cetak resi, hingga pengiriman.

Baca juga: Ekspedisi untuk Home Industri, Kirim Barang 1-10kg Lebih Hemat

Sementara jika SDM yang tersedia dirasa tidak cukup, maka jangan ragu untuk menambah tim operasional. Saya paham, pihak seller pasti menginginkan laba yang tinggi dari penjualan. Sementara menambah tim dapat memangkas laba itu sendiri. Namun dalam hal ini, efisiensi lebih penting dari tingginya laba. Sebab repurtasi toko dipertaruhkan. Jika pelayanan buruk, maka konsumen akan enggan untuk melakukan pembelian ulang.

Bagi Konsumen

Umumnya barang yang dipesan oleh konsumen menjelang lebaran adalah sesuatu yang penting untuk menyambut hari kemenangan. Keterlambatan pengiriman tentu menjadi momen yang menyebalkan.

Maka untuk mencegah terjadinya permasalahan tersebut, sebaiknya jangan melakukan pemesanan mepet dengan hari lebaran. Sebuah jasa ekspedisi professional tentu mempunyai penanganan tersendiri dalam menangani lonjakan pengiriman. 

Tetapi tetap saja. Saat peak season, seluruh ekspedisi mengalami hal serupa. Estimasi pengiriman yang lebih lama dari biasanya.

Kesimpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi lonjakan pengiriman menjelang lebaran, tidak hanya pihak ekspedisi yang harus mempunyai strategi. Tetapi juga pihak seller bahkan konsumen. 

Strategi tersebut tentunya berakitan untuk mewujudkan pengiriman yang tetap terkendali meski di waktu peak season sekalipun.

nama author
Diallogistik

Diallogistik adalah seorang Admin Penulis Konten Logistik dengan latar belakang pendidikan di bidang Logistik dan Transportasi. Saya memiliki keahlian luas dalam merinci topik-topik terkait rantai pasok dan distribusi.

Sales Services